Jangan Biarkan Seekor Kelinci Tersiksa

Ketika semua ini sudah berlalu, aku ingin menertawakan semua yang telah terjadi, tidak lagi menangisinya seperti yang dilakukan para balita ketika mainannya diambil oleh temannya atau kehilangan ibunya di saat berada di tengah keramaian.

Aku bukan lagi anak kecil yang membutuhkan belaian kasih sayang dan cinta dari orang-orang sekitarnya, aku hanya butuh kedua kakiku untuk berdiri. Tak kan pernah mungkin kita berdiri dengan kaki orang lain.

Kata demi kata, kenangan demi kenangan, berguguran di pikiranku. Kadang aku merasa hidupku sangat tak terarah, apa yang telah terjadi membuatku hancur, menguras air mataku tetapi inilah hidupku yang begitu sempurna.

Aku takkan berhenti mengeluh sebelum semua ini berakhir.

Manusia Bahagia Bila…

manusia bahagia bila…

manusia bahagia bila ia mau membuka mata..

untuk menyadari bahwa ia

memiliki banyak hal yg berarti..

manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati..

untuk menyadari betapa ia dicintai..

manusia bisa bahagia bila ia mau membuka diri..

agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus..

manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati..

berusaha meraih yang tidak dapat diraih..

memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan..

tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada..

manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri..

tidak sadar bahwa ia begitu dicintai..

tidak sadar bahwa saat ini apa yang ada adalah baik..

selalu berusaha meraih lebih dan tidak mau sadar karena telah berbuat salah..

ada teman yang begitu mencintai namun tidak diindahkan..

karena terlalu memilih,menilai,dan menghakimi sendiri..

memilih teman dan mencari cari..

padahal di depan mata ada teman yang sejati yang mau memperhatikan..

mau menyayang..mau menomorsatukan..karena semua manusia mempunyai peranan..

hebat dan nomor satu dalam satu hal belum tenteu hebat dan nomor satu dalam hal lain..

dicintai oleh satu orang..

belum tentu dicintai oleh orang lain..

kebahagiaan bersumber dari dalam diri kita sendiri..

jikalau berharap dari orang lain maka bersiaplah untuk ditinggalkan..

bersiaplah untuk dikhianati..kita akan bahagia bila kita bisa

menerima diri apa adanya..mencintai dan menghargai diri sendiri..

mau mencintai orang lain dan mau menerima orang lain..

percayalah kepada Tuhan..dan bersyukurlah kepada-Nya..

bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita..

tak perlu berkeras hati..kita akan diberi disaat yang tepat..

meskipun bukan hari ini..mungkin esok atau lusa..

berusaha dan bahagialah karena dicintai begitu banyak orang.. ^__^

Taken from: Matthews Yugi Bellamy’s Notes

Apa Arti Namaku?

Aku adalah seorang mahasiswi bodoh yang terdampar di Sekolah Tinggi ternama di Indonesia… namanya SeTAN…

Bukan suatu kebetulan namaku adalah Desi Diarnitha. Dulu, waktu aku SMA kelas X ada seorang mahasiswa yang magang sebagai guru bahasa Indonesia kami. Dalam suautu kesempatan ia bertanya, “Apakah arti nama-nama dari kalian?” Entahlah apa yang ia katakan, aku lupa. Yang jelas ia bertanya arti nama kita anak sekelas.

Beberapa anak menjawab dengan kalimat yang aneh-aneh, beberapa anak menyatakan bahwa nama mereka tanpa arti (sepertinya mereka pun tidak ada artinya), tidak tahu artinya (mereka memang tidak pernah tahu apa-apa, bodoh!), ada yang merupakan kata dari bahasa Arab (e.g. Hafidz=kalau tidak salah artinya penghafal AL-Quran), kombinasi kedua nama orang tua mereka (ntahlah siapa contohnya), adaptasi dari nama orang terkenal (dari Hitler menjadi Tile’, GA NYAMBUNG!), hhaa atau mungkin ada yang berasal dari bahasa purba (seperti ‘Purbaningsih’ krik… krik… krik… krik… jayuuuuusss). Hmmm… lantas giliran aku menjawab, “Namaku adalah Desi Diarnitha, Desi berasal dari kata dalam bahasa Latin (Deasy) yang artinya adalah penerang, Diar berasal dari kata dalam bahasa Inggris (Diary) yang artinya adalah buku harian, sedangkan Nitha adalah sufiks dari puteri keluarga kami. Jadi, Desi Diarnitha artinya adalah buku harian yang menjadi penerang dalam keluarga Budiarso.” (plok… plok… plok… plok… jawabanku disambut tepuk tangan dah riuh bangga dari teman-teman sekelas)

Sebenarnya aku tidak tahu apa artinya namaku. Aku hanya mengarang-ngarang saja. Aku ingat masa-masa SMA-ku yang sangat polos tetapi itulah hidup kita semua akan melalui masa permulaan, masa pertama jatuh cinta, patah hati, kehilangan, semua membuat kita menjadi manusia yang lebih sempurna lagi.

Dengan menulis aku merasa lupa dengan masalah-masalahku. “Tuhan, sampai kapan kah kau memberiku kesempatan untuk hidup?” Tiba-tiba pertanyaan itu muncul. Ntahlah.. aku tidak peduli dengan semua itu. Aku tidak peduli dengan orang lain. Aku tidak mau tau urusan orang lain. Aku hanya ingin aku terlepas dari lingkaran syaiton yang terkutuk.

Fisik ini begitu lelah, pikiranku pun begitu. Aku berusaha menyibukan diriku dalam organisasi. Sebenarnya aku ikut juga karena dipaksa oleh Yoga. T_T Tetap tak apalah, aku senang mendampinginya.
Kegiatan yang sekarang aku ikuti adalah:
1. Staf Bidang Riset dan Informasi (Risoma) IMP
Hmmm… aku ditawari oleh Yoga untuk menemaninya di IMP, CV-nya pun Yoga yang buat lalu wawancar dilakukan. Diki kelas 2-D dia yang menjadi Kabid Risoma.. Setelah seminggu akhirnya kami resmi menjadi staf Risoma. Di IMP tentu saja aku menjadi wanita yang tercantik.. Di mana pun aku tetap jadi yang pali9h cantik lah.. HHhhhaa… narsis dikit lah gakk papa..

2. Protokoler Panitia Wisuda STAN 2009
Apa yang dilakukan Yoga, aku lakukan dengannya. Aku memaksanya untuk membuat CV untuk ikut seleksi Panwis. Oh tidaaaaaakkkkk… kami dapat gelombang 2, lanjut, Gan!!! Saat wawancara aku mendapat berbagai pujian dari orang yang mewawancaraiku (Kabid Protokoler). Seminggu kemudian pengumaman panwis keluar, namaku dan Dwiki terpampang di sana. Wait!! Ke mana Yoga? Ke mana teman-temanku yang lain? Tidak ada.. hanya kamu Desi!!!!
Aku bisa gilaaaa…!!!!

Saat pertama kali pertemuan panwis protokoler, aku merasa dimana-mana anak AKun, aKun, aKuuuuNNN, akUUUUUUUUUUUUUUUUUUnnnnnn…
Udah gitu anak Akun cewe-cewenya bawel-bawel!! Ga jelas gitu lah!!1 Tapi tetap aku yang pualing cuantik.. hm… tidak ada yang bisa mengalahkan si puteri saljuuuuu…
Dari 8 kali pertemuan, aku baru absen 1 kali, hheee malas, Gan !!!!

3. Wakil Ketua yang merangkap Bendahara KBA Jepang (Salah satu UKM di STAN)
Berhubung Yoga yang menjadi Ketua, maka aku mau tak mau harus menjadi pendamping hidupnya di KBA. Sedangkan aku tak tau apa-apa tentang Jepang, bahkan aku ANTI-JEPANG. Aku benci negara itu. Jijik!!

4. Pengajar les privat (3 murid)
Ntahlah apa aku akan kuat menghadapi mereka-mereka..n yang penting aku hepiii…hepiiiiii..

Udah cukup dulu capek abis kuliahhh

Biarkan Hujan Tidak Turun

Aku menghitung jemariku
Mengadahkan jemariku ke langit
Jemariku menutupi matahari yang sedang terik
Aku mencoba melihat pelangi

Hey, Desi…
Kau bodoh!
Bisakah pelangi itu muncul
sedangkan hujan belum turun?
Mintalah hujan untuk turun
Dan bersabarlah menunggu pelangi itu datang

Hujan, maukah engkau turun?
Membasahi bumi ini
Memberi kehidupan pada semua makhluk
Dan aku hanya kelinci kecil yang meminta
Izinkan aku melihat pelangi

Hey, Desi…
Pelangi tak hanya kau lihat karena hujan
Cobalah kau pejamkan mata
Kau akan melihat pelangi

Biarkan hujan tak mau turun lagi
Karena hujan bosan menghampiri manusia-manusia sombong,
yang tak pernah mensyukuri karunia akan hujan

Hari Ini 2 Bulan Aku Ditinggal Mama T_T

Mama, kedua siku mbak kedutan terus.
Mbak takut, Ma..

Mama, mbak takut sekali dengan hidup mbak..

Mama, mama sedang apa di sana?
Kenapa mama ga pernah bales cerita mbak?

Mama, mbak pusing terus..kedua siku mbak terus kedut-kedut..

Mama, mbak takut banget punya penyakit yang aneh-aneh..
Udah 3 hari kedut-kedut terus..

Mama, mbak udah 2 bulan ga liat mama..
Mbak kangen mama..

Ya Allah, tolong aku..

Sajak Hari Ini

Manusia
Dilahirkan ke bumi
Besar di bumi, dan
Mati pun di bumi

Ketika beranjak dewasa
Manusia banyak mengalami perubahan
Perubahan yang membawa kemunafikan
Penuh dengan kemunafikan

Dipaksa untuk memilih dan menyikapi hidup
Salah memilih tapi benar menyikapi
Atau benar memilih tapi salah menyikapi

Bukan
Bukan kebahagiaan yang mereka cari
Tapi keegoisan yang mereka utamakan
Kebahagiaan diselimuti derita orang lain
Atau derita orang lain merupakan syarat mereka bahagia

Sekarang
Bukan waktunya untuk menangis
Bukan waktunya untuk tertawa

Tetapi
Sekarang waktunya mengosongkan pikiran
Mengosongkan ruang hati
Membuang jauh-jauh semua beban

Inilah filosofi hidupku