Pendiri Facebook Mendapat Inovasi Award

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg menerima penghargaan ‘No Boundaries’ Innovation Award dari kalangan ekonom. Bagi mereka, Facebook adalah salah satu temuan yang paling inovatif.

Zuckerberg menerima penghargaan tersebut karena kerja kerasnya dalam membesarkan Facebook sebagai situs jejaring sosial yang paling diminati di muka bumi ini. Peras keringat yang dilakukan pria kelahiran 25 tahun ini adalah hasil buah manisnya selama bekerja dalam beberapa tahun terakhir.

Tidak mengherankan kalau pemuda ini berhak menggondol piala tersebut. Bagaimana tidak, Zuckerberg menciptakan Facebook di usia 19 tahun pada 2004, dan dalam kurun lima tahun situs itu memiliki 300 juta anggota.

“Tantangan konvensional yang dihadapi adalah bagaimana mengubah masalah menjadi sesuatu hal yang penting. Itu yang membuat Facebook sukses. Saya terima penghargaan ini dengan rasa hormat dan kerendahan diri,” tukas pemuda yang sempat mengenyam pendidikan di Harvard University ini, seperti dikutip Tech Radar, Selasa (20/10/2009).

Selain menerima penghargaan, Zuckerberg juga mendapat kesempatan untuk membuka acara forum ekonomi yang akan berakhir pada Oktober ini. Cara ini persis dilakukan pada pemenang sebelumnya seperti Jimmy Wales dari Wikipedia dan pendiri eBay Pierre Omidyar.

“Kita akan terus membangun ‘budaya’ hacker untuk mendorong batasan-batasan teknis dan menciptakan solusi baru dan elegan untuk membuat dunia lebih terbuka dan terhubung,” tambahnya. (jri)

source: okezone.com

Twitter, Facebook Berpotensi Rugikan Ekonomi Negara

LONDON – Langkah sejumlah perusahaan atau instansi pemerintah melarang karyawannya untuk mengakses Facebook atau Twitter selama jam kerja, dinilai sebagian pengamat sebagai langkah wajar. Popularitas Facebook dan Twitter yang kian meningkat dianggap sangat berpotensi untuk merugikan perekonomian negara.

Apa hubungan antara Facebook dan perekonomian negara? Baru-baru ini di Inggris, sebuah konsultan IT, Morse mengungkapkan Facebook dan Twitter dinilai menurunkan produktivitas karyawan. Akibatnya ekonomi Inggris diperkirakan merugi sekira 1,38 miliar poundsterling per tahun.

Sebanyak 50 persen dari sekira 1460 pekerja yang disurvei mengaku selalu mengakses Twitter dan Facebook selama hari kerja. Tiap-tiap pekerja juga mengaku menghabiskan waktu sekira 40 menit per pekan. Artinya waktu 40 menit selama sepekan dianggap terbuang percuma.

Survei juga mengungkapkan, sepertiga dari seluruh responden itu seringkali memposting informasi sensitif perusahaan di situs jejaring sosial.

“Ketika seseorang ditanya berapa lama mengakses situs jejaring sosial, mereka menjawab sekira 40 menit per minggu. Namun ketika ditanya tentang aktivitas teman mereka di jejaring sosial, mereka menjawab teman mereka mampu mengakses satu jam per hari. Sebab itu hitung-hitungan kami menggunakan nilai terendah dan bukan poin tertinggi yakni satu jam sehari,” kata seorang konsultan Morse, Philip Wicks seperti dilansir Bignewsnetwork, Selasa (27/10/2009)

Krisis Berdampak Baik Pada Kesehatan

Wasingthon – Dampak dari krisis ekonomi tidak selamanya buruk. Kenyataannya, para peneliti di AS menyebutkan bahwa resesi ekonomi dapat berdampak baik pada kesehatan.

Masa sulit yang harus dihadapi saat krisis ekonomi mau tidak mau memaksa orang mengurangi dan mengubah kebiasaan buruk mereka seperti mengonsumsi alkohol, merokok dan mengonsumsi makanan secara berlebih.

Medline Plus, Jumat (9/10/2009) melansir, data survei yang dilakukan para peneliti dari University of Michigan menyebutkan, angka harapan hidup pada saat terjadi resesi ekonomi justru mengalami peningkatan.

Sebagai contoh, pada resesi yang terjadi pada periode 1929 hingga 1932, rata-rata angka harapan hidup masyarakat meningkat sekira 6 tahun dari rata-rata 57 tahun menjadi 63 tahun. Sementara angka kematian akibat penyakit, kecelakaan dan kematian bayi menurun tajam.

Menurunnya tingkat kematian ini disebabkan karena selama masa resesi hanya ada sedikit pekerjaan yang bisa dilakukan karyawan. Umumnya, mereka bekerja lebih lambat sehingga lebih banyak waktu untuk tidur. Kesulitan ekonomi juga membuat menahan diri untuk bergaya hidup mewah dan membuang uang dengan membeli alkohol dan rokok.

Sebaliknya, angka kematian meningkat dan harapan hidup menurun ketika ekonomi mengalami pertumbuhan besar seperti yang terjadi pada tahun 1923, 1926, 1929 dan 1936 – 1937.

Jose Tapia Granados peneliti dari University’s Institute for Social Research menyebutkan penemuan ini berlawanan dengan anggapan sebagian besar orang yang mengatakan bahwa masa resesi dengan tingkat pengangguran yang tinggi bisa berdampak buruk pada kesehatan.

“Selama masa pertumbuhan ekonom yang pesat, perusahaan menjadi sangat sibuk dan mereka biasanya menuntut usaha yang lebih keras dari karyawannya. Hal ini dapat memicu stres, hal ini membuat karyawan kemudian melampiaskannya dengan banyak minum dan merokok,” kata Jose.

Jose pun kemudian menambahkan bahwa perluasan di bidang ekonomi membuat arus lalu lintas semakin ramai dan memicu banyak terjadi kematian akibat kecelakaan. Angka kecelakaan kerja juga meningkat karena umumnya pada masa ekspansi ekonomi banyak perusahaan menggunakan tenaga kerja yang belum berpengalaman. (rah)

source: http://techno.okezone.com/read/2009/10/09/56/264056/krisis-berdampak-baik-pada-kesehatan

Bra Unik Menangkan Penghargaan Sains

LONDON – Seorang peneliti bernama Dr Elena Bodnar memenangkan penghargaan sains berkat karya uniknya, sebuah bra yang sekaligus dapat berfungsi sebagai masker penutup hidung.

Sekilas, hasil karya ini memang seperti lelucon. Namun pada dasarnya, penghargaan ini memang bertujuan untuk menganugerahi karya-karya inovatif yang membuat orang tertawa sekaligus berpikir.

Seperti dikutip dari BBC, Sabtu (10/10/2009), bra karya Bodnar memenangkan penghargaan dalam kategori kesehatan publik. Bodnar memodifikasi fungsi bra yang umumnya digunakan sebagai penyangga dada wanita, namun dalam keadaan darurat bra rancangannya itu bisa diubah menjadi dua buah masker gas.

source: okezone.com

Putri Bukitinggi

Pada suatu tahun, hiduplah seorang putri, putri yang cantik namun tidak jelita.
Ia hidup sebatang kara di Puncak Bukitinggi, hanya ditemani oleh seorang makhluk yang bersifat ghaib (baca: makhluk ghaib) bernama Peterpan.
Warga Sumbar biasa memanggil putri itu ‘Pucagi’ (entah singkatan dari apa).

Kecantikan Pucagi dapat dengan mudah menaklukan begitu banyak pemuda Sumbar. Namun setiap pemuda yang mendekatinya pasti menjadi korban keganasannya akibat profesi Pucagi yang satu level di atas profesi Mbah Marijan-juru kunci Gunung Merapi.

Ntah bagaimana kronologis dan prosesi penumbalan para korban Pucagi ke Bukitinggi. Tetapi warga Sumbar pasrah karena mereka tahu bahwa ini memang menjadi Tupoksi Pucagi.

Suatu malam Pucagi pergi ke pasar di kota Padang. Ia sedang mencari korek api yang berbentuk bulat. Memang Pucagi suka melakukan keanehan-keanehan. Kemanapun Pucagi pergi, Peterpan menjadi penjaga setianya.

Warga Sumbar begitu ramah dengan Pucagi. Setiap insan yang berpapasan dengannya selalu menyapanya dan Pucagi membalas sapaan mereka dengan hangat.

Dalam waktu yang bersamaan, ada seorang Pemuda tampan-Kumbang Desa, yang sedang mencari selendang di pasar Padang. Selendang berwarna pink, entah untuk apa, entah untuk siapa.

Langit mulai mendung, titik-titik hujan mulai turun, dan warga pasar mulai berhamburan untuk menyelamatkan tubuh mereka dari air suci itu.

Saat Pucagi ikut dalam hiruk-pikuk misi penyelamatan diri, Pemuda itu tanpa sengaja menabrak tubuh mungilnya.
Pucagi yang notabene seorang putri tak kuasa menahan kontak fisik Pemuda itu dengan dirinya, Pucagi pun jatuh dan Pemuda itu pun tak mau kalah, ia ikut terjatuh.

Seperti di sinetron-sinetron, ketika mereka bertabrakan, terjatuh, mereka pun saling berpandangan (mereka tidak memperdulikan hujan yang membasahi tubuh mereka). Peterpan yang melihat kejadian itu, sangat bahagia sekali karena ia pikir Pucagi akan menemukan tumbal baru untuk Bukitinggi.

Tanpa sadar selendang pink yang dibeli oleh Pemuda itu, tiba-tiba dikenakan Pucagi dengan PD-nya. Pemuda itu bukannya malah terpesona/tidak berkedip melihat kecantikan Pucagi, justru Pemuda itu tidak berhenti berkedip, terus-menerus berkedip.

Pucagi menyadari keanehan tersebut dan tanpa pikir panjang dengan memakai selendang pink itu, Pucagi lari terbirit-birit bersama Peterpan.

Apa yang terjadi saudara-saudara?
Tunggu kelanjutan ceritanya…