Celine Dion – Because You Love Me

Celine Dion – Because You Loved Me

For all those times you stood by me
For all the truth that you made me see
For all the joy you brought to my life
For all the wrong that you made right
For every dream you made come true
For all the love I found in you
I’ll be forever thankful baby
You’re the one who held me up
Never let me fall
You’re the one who saw me through through it all

You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn’t speak
You were my eyes when I couldn’t see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn’t reach
You gave me faith ’coz you believed
I’m everything I am
Because you loved me

You gave me wings and made me fly
You touched my hand I could touch the sky
I lost my faith, you gave it back to me
You said no star was out of reach
You stood by me and I stood tall
I had your love I had it all
I’m grateful for each day you gave me
Maybe I don’t know that much
But I know this much is true
I was blessed because I was loved by you

You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn’t speak
You were my eyes when I couldn’t see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn’t reach
You gave me faith ’coz you believed
I’m everything I am
Because you loved me

You were always there for me
The tender wind that carried me
A light in the dark shining your love into my life
You’ve been my inspiration
Through the lies you were the truth
My world is a better place because of you

You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn’t speak
You were my eyes when I couldn’t see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn’t reach
You gave me faith ’coz you believed
I’m everything I am
Because you loved me

You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn’t speak
You were my eyes when I couldn’t see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn’t reach
You gave me faith ’coz you believed
I’m everything I am
Because you loved me

I’m everything I am
Because you loved mepowered by lirik lagu indonesia

Aku

Aku adalah seorang wanita biasa yang penuh dengan kekurangan. Aku tidak mudah dekat dengan seorang teman. Aku tidak suka keramaian, apa pun yang membuatku merasa risih.

Begitu banyak hal yang telah aku lalui sampai detik ini. Tahun ini adalah tahun yang begitu berat bagiku. Pada bulan April 2009, aku menjadi seorang piatu. Kini aku hanya hidup dengan ayahku dan seorang adik perempuanku yang masih duduk di bangku SMA.

Aku yang mulanya memiliki sikap yang begitu manja kepada kedua orang tuaku, seketika berubah. Kini aku banyak berubah, tentu perubahan dalam arti yang ppositif. Aku banyak mengerti berbagai hal, yah di saat usiaku kini 20 tahun, aku sangat memahami bagaimana rasanya kehilangan.

Mungkin terdengar agak aneh tetapi kini aku benar-benar tidak takut lagi untuk menghadapi kata itu. Semenjaka mama meninggal karena tiba-tiba tanpa ada sakit yang berkepanjangan, mama meninggal karena serangan jantung. Aku hanya manusia biasa yang sangat kecil, yang tak kuasa untuk menolak kehendak-Nya. Ikhlas, adalah pelajar yang aku dapt dari peristiwa ini.

Hampir semua teman mengatakan kepadaku bahwa wajahku sangat jarang menampilkan aura kecerian, ntah apa yang mereka lihat. Tetapi dengan berjalannya waktu, aku bisa belajar banyak hal dari semua yang telah aku alami. Kebahagiaan muncul dari dalam diri, apa yang telah hilang aku hanya bisa mengikhlaskan dan life must go on…

Kini, aku menjadi wanita yang tegar.

Emosi Jiwa

Desi, begitulah orang-orang memanggil saya. Saya lahir di kota yang sangat indah–Jakarta– tanggal 7 Desember 1989. Sekarang usia saya genap 20 tahun 4 hari. Dengan usia saya yang telah menginjak angka 20 ini, saya mengalami banyak hal, yah banyak sekali. Ternyata di dunia ini bukan hanya ada kebahagiaan tetapi hidup juga diselimuti dengan begitu banyak kesedihan. Yah, inilah yang disebut hidup.

Pernah ada seseorang guru bahasa yang mengatakan bahwa semakin banyak kita bercermin, semakin kita mengetahui di man letak kekurangan kita. Hal ini sekaligus mengindikasikan bahwa yang paling tahu tentang kelebihan dan kekurangan di diri kita adalah kita sendiri, bukan orang tua kita, bukan juga teman kita, bukan juga mereka yang telah mengenal baik diri kita.

***

Saya adalah seorang perempuan yang senang membantu seorang teman. Selama saya bisa membantu mereka, pasti akan saya bantu. Tetapi hal tersebut justru membawa high risk juga bagi saya. Saya suka berpikir mengapa mereka (baca: teman-teman saya) kerap kali bertindak tidak seperti apa yang semestinya dilakukan. Setiap kali mereka meminta bantuan, dengan senang hati saya laksanakan; sementara di sisi lain saat saya meminta bantuan yang notabene sangat mudah sekali, mereka menolak tanpa pikir panjang.

“Kalau aku di posisimu, aku pasti akan segera membantu ‘nya’ yang sedang membutuhkan bantuan.”

Sehingga kalimat itulah yang kerap kali terngiang di telinga saya, setiap kali mereka mengecewakan saya.

Tidak hanya itu, saya juga seorang wanita yang tidak suka menyakiti perasaan orang lain. Apapun yang mereka katakan jika menyinggung perasaan saya, saya hanya bisa diam tanpa membalas sepatah kata pun. Mungkin memang benar, diam adalah emas.

Dari semua perilaku saya di atas, justru membuat saya memiliki kelemahan yang sangat fatal. Di saat titik kesabaran saya terlampaui, semua yang ada di dalam perasaan saya cenderung meledak, saya lupa dengan semua hal indah yang pernah saya lalui bersama mereka yang notabene telah menghabiskan kesabaran saya. Beberapa orang yang telah menyaksikan saat emosi say meledak menyatakan bahwa jika saya sudah marah, siapapun takut dibuatnya.

Sepertinya sudah cukup dengan penjelasan tentang emosi jiwa yang saya alami.

***

Sekarang saya akan mencoba menjelaskan beberapa cara meng-handle emosi itu.

Semakin lama, saya semakin mmemahami diri saya sendiri. Banyak hal yang telah terjadi dengan saya. Hanya orang bodoh saja yang membiarkan dirinya berlarut-larut dalam kelemahan yang sama selama bertahun-tahun.

Hal pertama yang tidak mungkin dilakukan adalah saya juga tidak dapat menghindari untuk berinteraksi dengan mereka, yah karena:

“Without friends, I’m so nothing.”
Saya bukan apa-apa, tanpa mereka.

Selanjutnya, mungkin sudah menjadi suatu hal yang lazim apabila kita memikirkan sesuatu yang tidak sejalan dengan pemikiran kita. Lantas, sepertinya saya tidak dapat mengubah perilaku saya yang suka menempatkan posisi mereka ke dalam posisi yang seharusnya saya lakukan.

Jalan terakhir yang telah saya tempuh untuk menanggulanginya adalah saya berusaha untuk tidak terlalu dekat dengan mereka, tetapi saya juga berusaha untuk tidak terlalu jauh dengan mereka. Jauh-dekat di sini mengindikasikan ikatan emosional yang dipacu oleh hubungan kekerabatan kita.

Saya mempunyai banyak teman, tetapi hanya beberapa yang bisa menjadi sahabat karib saya.

Dan ketika ‘emosi’ itu meledak, saya berusaha untuk tidak bertatap muka dengan mereka atau sesegera mungkin menghindari kontak langsung dengannya, menenangkan diri sejenak, dan membicarakan kembali semua masalah dengan kepala dingin.

Yah, setiap orang pasti punya cara masing-masing untuk meredakan emosinya.

***

Selamat Ulang Tahun Desi Diarnitha, SweeTwenty

Hari yang indah!

Hari ini genap aku berusia 20 tahun.
20, angka yang cantik sekali.
Aku tak tahu apa arti dari angka 20 ini, aku tak tahu apa yang harus aku lakukan dengan angka ini. Seorang teman memberitahu kepadaku bahwa aku harus mensyukuri angka itu, ya dia benar, hal yang aku harus lakukan sekarang adalah bersyukur.

Hari ini aku tak meminta apapun, aku tak meminta untuk dipanjangkan umurku, aku tak meminta untuk diselalusehatkan, atau ditambahkan segala macamnya.
Aku hanya berharap aku menjadi seorang perempuan yang berbudi pekerti baik, orang lain mengenalku sebagai perempuan yang baik, agar mama di sana bahagia telah melahirkanku.

Aku banyak berpikir,
Berpikir,
Berpikir,

Apa yang telah aku lakukan selama hidupku ini?
Apa yang membuat aku bertahan ada di sini?

Berapa banyak orang yang telah mengenalku?
Berapa banyak orang yang sudah tertawa dengan canda-tawaku?
Berapa banyak orang yang telah aku buat sakit hati?

Berapa banyak orang yang telah aku buat jatuh cinta?

Semuanya…

Aku tak pernah tahu jawabannya, tetapi aku ingin mencoba menghapuskan keluh-kesah mereka tentangku.

Mama, aku merayakan hari ini tanpa dirimu. Hari ini dan tahun-tahun berikutnya.
Aku meneteskan air mata lagi. Aku ingat apa yang kau ucapkan tahun lalu.
Aku ingat semua yang terjadi tahun lalu dengan sangat.

Semua sangat berbeda di tahun ini.
Dulu, sebelum tiba hari ini pasti aku akan mengira-ngira siapa yang akan memberiku ucapan ulang tahun, siapa yang akan memberiku hadiah ulang tahun, apa yang akan diberikan dia-para orang spesial dalam hidupku-di hari yang indah ini.

Kini aku tidak mengharapkan apa-apa, aku tidak berharap ada yang memberiku ucapan atau hadiah apa-apa.
Bahkan kemarin aku hampir lupa bahwa hari ini adalah ulang tahunku.
Ntah mengapa ini bisa terjadi.

Aku rindu suasana tahun lalu.
Tapi aku hanya manusia biasa yang penuh dengan kekurangan.
Aku tak pernah tahu bahwa tahun ini begitu berkebalikan dengan tahun kemarin.
Semua berubah total, tanpa aku bisa berkata apa-apa.

Aku kembali menangis.
Aku berusaha menghela air mataku, sendiri, sendiri, dan hampir tiap kali aku menangis aku berusaha untuk menghelanya sendiri, sendiri.

Kini diriku yang selalu mencoba tegar, semua terasa begitu menyiksa diriku, kadang aku merasa hidupku begitu hampa, aku tak tahu lagi apa yang aku cari.

Aku hanya percaya bahwa hujan lain akan turun, hujan lain yang lebih deras, hujan yang seketika turun akan membiarkanku untuk melihat sebuah pelangi yang begitu indah, begitu penuh warna.

Ya, hujan itu sudah datang.