Hari Bodoh Sedunia

Hari ini adalah hari yang sangat bodoh!

Oh GHOST….

Aku bener-bener merasa sangat bodoh, amat bodoh… aku maluuuu, semalu-malunya.
Jam tanganku menunjukan waktu 12.35, aku berangkat kuliah Etprof tapi aku sempetkan mampir ke kos Yoga dulu .

Matahari sangat terik, panas sekali… Kulitku mungkin terbakar.

Lantas aku sudah sampai di depan kosnya,

ada seorang laki-laki yang menyapaku,

“Kak Desi…..” (dengan raut muka yang begitu bersahabat).

Lantas aku membalas sapaannya tanpa piker panjang,

“Hai ,Corie…”

Lantas ‘Si Corie’ langsung tertunduk.

Aku bingung, otakku langsung tersentak untuk berpikir.

Berpikir…
Berpikir…
Berpikir…
Berpikir…

OH GHOST………………………
Namanya BUKAN CORIE tapi ULIL…!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Cantik sekali…

Lagi-lagi aku melakukan kesalahan yang sama.
Melupakan nama seorang teman.

Oh teman, maafkan aku…
Bukan maksud hati melupakanmu tetapi memori di otakku yang merekam nama-nama para manusia yang aku tahu atau aku kenal sangat amat lemah…

Maaf ya, Ulil…
T_T

beberapa hari kemudian . . .

Aku kembali bertemu dengannya,

Dan akuuuu

Kembali lupa siapa namanya

Tetapi cukup membalas say hai-nya saja.

(END)

Dunia Cinta

Adakah waktumu
Aku ingin menanyakan sesuatu
Tak ada lagi pertanyaan ambigu
Apalagi jawaban pilu

Yah, lagi-lagi tentang cinta

Cinta
Cinta Cinta
Cinta Cinta Cinta

Aku ingin berperan sebagai Cinta
Ia yang seolah-olah sangat sempurna
Dalam film terpolpuler remaja
Penggebrak layar lebar Indonesia

Ia sangat cantik
Menarik
Membuat para pria tergelitik
Ada pula 4 sahabat karib

Aku tak lagi ingin berperan sebagai Cinta
Tapi aku sangat ingin menjadi Cinta
Tak tahu apa ada cara
Untuk aku pergi ke sana

Ke dunia milik Cinta

Bahagia v.s. Mencuri

Sebenaranya apa alasan manusia bersedih?
Aku pernah memikirkan itu….

Kalian tahu bagaimana cara membuatmu selalu bahagia?
Hanya satu jawabannya, yaitu coba pikirkan dirimu sendiri, tidak ada orang lain yang kamu pikirkan. Itu saja.

Kalian tahu apa kesalahan manusia?
Sebenarnya kesalahan manusia hanya satu, yaitu mencuri.
Berbohong : Mencuri hak orang lain untuk mengetahui kebenaran.
Membunuh : Mencuri hak orang lain untuk hidup.
Mencontek : Mencuri hasil kerja orang lain kemudian menyalinnya (baik dengan izin atau tanpa izin si korban).
Dan masih banyak lagi…….

Aku Anehkah?

Sebagian orang kini menganggap aku hanya seorang wanita aneh, aneh? Aku tidak merasa seperti itu tapi aku hanya berusaha menjadi manusia normal dengan kehidupanku yang teramat tidak biasa.
Aku ingin cepat menyelesaikan kuliahku, aku benar-benar sulit beradaptasi di sini. Aku, aku tidak dapat akrab dengan siapapun di sini. Aku ingin pulang tetapi aku tak ingin bertemu ia di rumah, aku tak mau.

Kamu pernah merasakan rasanya jatuh?
Jatuh dari sepeda?
Jatuh dari tangga?
Atau jatuh dari tempat tidur?

Aku mungkin terlalu memaksakan agar orang-orang di sekitarku mengerti tentang rasa sakit itu, hana beberapa yang mau mengerti, sementara yang tidak bisa mengerti aku menolak untuk berada di dekat mereka.

Yah, aku semakin menjauh dari lingkungan sekitarku.

Cinta Sejati

Bukan sesuatu yang aneh apabila seseorang wanita mempertanyakan siapa cinta sejatinya. Bukan hanya wanita, mungkin para pria di luar sana juga mempertanyakan hal yang sama. Yah, cinta sejati

Cinta,
Cinta,
Cinta,
Cinta,
Cinta,

Semua manusia membahas tentang cinta.
Mereka seakan-akan sangat mengerti akan makna itu.

Aku? Aku pun tidak tahu makna cinta itu. Aku tidak buta, aku tidak tuli, aku pun tidak bisu, tetapi aku tahu hati ini belum terlalu pintar untuk menjawab pertanyaan mengenai cinta.
Hati ini yang tiap detiknya merasakan sesuatu yang berbeda, tapi ternyata itu belum cukup untuk membuatnya pintar sehingga ia dapat menjawab pertanyaan itu.

Yah, aku belum melewati ujian itu
Ujian dimana masih mempertanyakan tentang cinta.

. . . . .

Saat kita menutup mata untuk yang terakhir kali,
mungkin seseorang itu akan muncul,
seseorang yang begitu membekas di hati yang tak pernah diberikan pelajaran di sekolah,
seseorang yang selalu ada di hati ini,

hati ini benar-benar diciptakan begitu putih, begitu tulus,
sampai-sampai ia tak pernah peduli apakah seseorang itu membalas cintanya,
hati ini tetap bersedia menaruhnya di ruang hatinya,
menyimpannya dalam-dalam,

mungkin dialah yang disebut

cinta sejati.

Bocah 5 Tahun di Garut Diduga Miliki Kelamin Ganda

GARUT – Warga Kampung Bentar Hilir RT 02/20 Kelurahan Sukamantri, Kecamatan Garut Kota, Jawa Barat belakangan ramai membicarakan Revin Fajar Saputra. Bocah lima tahun yang disebut-sebut memiliki kelamin ganda.

Fisik anak bungsu pasangan Euis Mulyani – Asep Jaelani ini sepintas tidak berbeda dengan bocah seusianya. Tapi, ketika Revin menunjukkan alat kelaminnya kepada wartawan, Jumat (8/1/2010) maka bisa terlihat adanya kejanggalan.

Di kelamin anak ini, ada kecenderungan mengarah ke laki-laki. Ada bentuk seperti Mr P, tapi terselip agak dalam. Mr P tidak begitu kelihatan karena tertutup oleh dua buah telur.

Namun, yang agak mengherankan, di balik alat kelamin laki-laki ini ada lubang kecil. Lubang inilah yang biasa digunakan untuk kencing. Jika kencing, Revin malah cenderung seperti perempuan.

Ini bisa dibuktikan ketika Revin meminta buang air kecil di depan halaman rumahnya. Saat pipis itulah, air seni keluar justru mengarah ke belakang. “Kalau pipis, keluarnya dari lubang perempua,” kata Euis ibu Revin.

Euis menceritakan, kelamin ganda ini ada sejak lahir. Ketika masih bayi, Euis pernah membawa anaknya ke RSU dr Slamet Garut. Namun, karena keterbatasan alat medis Revin akhirnya dirujuk ke RSHS Bandung. Akan tetapi karena terkendala biaya, Revin tidak bisa dioperasi. “Waktu itu kami bingung dan tidak bsia berbuat apa-apa lagi, maklum kami hanya seorang buruh dan tak mampu untuk membawa anak saya ke Bandung,” ujarnya

Untuk mengetahui status kepribadian Revin, Eusi akhirnya membawanya, ke bidan untuk diperiksa, hasilnya dinyatakan bahwa Revin adalah perempuan. Makanya, waktu itu diberi nama Revina Putri Aulia. Namun setelah, hampir satu tahun, Euis mengganti namanya menjadi Revi Fajar Saputra. Karena, dilihat dari kondisi badan perawakannya seperti laki-laki.

“Awalnya nama anak saya adalah Revina Putri Aulia, menginjak 9 bulan anak saya berubah nama menjadi Revin Fajar Saputra, karena perawakan anak saya mirip laki-laki,” sambung Euis.

Kelly Clarkson – Breakaway

Grew up in a small town
And when the rain would fall down
I’d just stare out my window
Dreaming of what could be
And if I’d end up happy
I would pray
Trying hard to reach out
But when I tried to speak out
Felt like no one could hear me
Wanted to belong here
But something felt so wrong here
So I’d pray
I could break away
I’ll spread my wings and I’ll learn how to fly.
I’ll do what it takes till I touch the sky.
Make a wish, take a chance,
Make a change, and break away.
Out of the darkness and into the sun.
But I won’t forget all the ones that I love.
I’ll take a risk, take a chance,
Make a change, and break away
Wanna feel the warm breeze
Sleep under a palm tree
Feel the rush of the ocean
Get onboard a fast train
Travel on a jetplane
Far away
And break away
I’ll spread my wings and I’ll learn how to fly.
I’ll do what it takes till I touch the sky.
Make a wish, take a chance,
Make a change, and break away.
Out of the darkness and into the sun.
But I won’t forget all the ones that I love.
I’ll take a risk, take a chance,
Make a change, and break away
Buildings with a hundred floors
Swinging with revolving doors
Maybe I donâ €™t know where they’ll take me
Gotta keep movin on movin on
Fly away
Break away
I’ll spread my wings and I’ll learn how to fly.
Though itâ €™s not easy to tell you goodbye
Take a risk, take a chance,
Make a change, and break away.
Out of the darkness and into the sun.
But I won’t forget the place I come from
I gotta take a risk, take a chance,
Make a change, and break away
Breakaway
Break away

Malam 2010

Malam ini adalah malam kedua di tahun 2010. Malam yang sangat sepi, sepi sekali. Aku mencoba memusatkan pikiranku terhadap beberapa lembar kertas bertinta hitam yang dengan paksaan manusia disatukan. Kembali aku mengeluh: “Ah, sangat membosankan sekali.” Aku bosan berkomat-kamit sambil mengotori kertas-kertas yang tidak berdosa itu.

Kantuk pun belum menjemputku. Aku bergerak mengubah posisiku, memutuskan untuk berada di depan benda ajaib yang sangat berguna untuk menghilangkan kebosananku. Aku kembali menulis.

Aku tidak sendiri di ruangan yang hanya berukuran 3×3 m ini, sempit, dan agak sedikit pengap; Aku ditemani dengan lagu yang belakangan ini aku sering perdengarkan Because You Love Me – Celine Dion. Huh, ntah berapa kali aku telah mendengarkan lagu itu, tak bosan, belum bosan lebih tepatnya.

. . .

Sedikit pengalamanku akan kubagikan ketika aku akan menghabiskan malam terakhir di tahun 2009.

Aku mencoba mengajak abi (panggilan sayang untuk pacar ketujuhku, Angga Sekensend) untuk pergi ke Monas menyambut malam tahun baru. Pada mulanya, ia tampak tidak bersemangat dengan mengatakan alasan merayakan tahun baru adalah salah satu bid’ah. Klise sekali jawabannya tetapi akhirnya demi cinta, ia rela mengabulkan permintaanku.

Kami berangkat sekitar pukul 19.00, kami takut terjebak macet yang parah di sana. Sekitar 1,5 jam tibalah kami di Monas, mungkin ditambah 45 menit merayap di pinggir arena Monas karena mencari lahan parkir yang semestinya. Abiku sayang pun merasa sangat lelah karena harus menyeimbangkan kopling dan rem motornya, bahkan ia sempat menampakkan wajah bete yang membuatku jadi 100 kali lipat bete.

Suasana di Monas begitu ramai, tetapi itulah pertama kalinya aku merayakan tahun baru di Monas. Dan bagi abi, itulah pertama kalinya ia merayakan tahun baru bersama pacarnya (polos sekali pacarku yang satu ini).

Kami duduk di taman Monas, abi sempat menghabiskan bekal makan kami. Aku juga tidak terlalu lapar. Aku lebih suka makan mangga asam + garam cabai, hhe.

Setelah ia makan, kami mencoba mencari tempat yang lebih nyaman karena ada anak kecil (perempuan) yang meniup-niupkan terompet kecilnya ke arahku. Walaupun bentuknya kecil tetapi terompet itu sukses memekakkan telinagaku. Telingaku sangat risih dibuatnya. Alhasil, kami harus mencari tempat yang lebih nyaman.

Duduklah kami di tempat yang setidaknya jauh lebih nyaman. Hanya beralaskan sandal kami masing-masing. Walaupun rumput-rumput itu membuat kami agak gatal tetapi akhirnya kami bisa membuat diri kami nyaman.

Sejak pukul 21.00, langit di Monas sudah diwarnai dengan berbagai macam kembang api raksasa. Indahnya malam itu mengobati lelah abi. Yah, kami benar-benar menikamati pemandangan langit malam itu. Kami sangat senang, amat sangat senang.

. . .

Sesekali aku melihat ke arahnya, wajahnya benar-benar rupawan, aku senang sekali melihat wajahnya, apalagi ketika ia tersenyum, ditambah lagi ketika ia tersipuh malu. Kadang terbesit rasa bangga telah membuatnya jatuh hati kepadaku. Seseorang yang telah aku tahu sejak aku memasuki kampus tercinta ini, seseorang yang juga sempat menyita perhatianku, yah walaupun sedikit, hhe.

Terlintas di pikiranku, ia memang orang yang selama ini aku cari, orang yang menyayangiku dengan amat tulus, orang yang tidak akan pernah menyakatiku apalagi meninggalkanku, ia akan menjadi ayah dari anak-anakku kelak.

. . .
Kami berada tepat di bawah kembang api raksasa yang saling bersahutan di tengah pergantian tahun itu. Kami sangat menikmati suasana kali itu. Sesekali ia mencium keningku. Betapa indahnya malam itu dan takkan pernah terlupakan.

. . .

Jam tanganku menunjukkan pukul 00.40, saatnya kami beranjak pulang.

. . .

Kami tidak pernah tahu apakah tahun depan kami bisa menghabiskan malam pergantian tahun bersama. Ia selalu mematahkan semua keraguanku, ia selalu meyakinkanku baginya hanya keyakinanlah yang dapat menghilangkan rasa takut.

Umi mau menghabiskan malam-malam berikutnya sama abi. Umi ga mau ini semua hanya terjadi satu atau dua kali.

Umi sayang banget sama abi.

Ooopppsss.. kalo yang pake ‘banget’ itu ga baik, (abi red. on)

Terima kasih sayangku, umi + abi = love