Dinding Tua

menangislah ia sang wanita yang baru beranjak dewasa
menangis sejadi-jadinya
menangis tak henti-hentinya

ia tak kuat menahan semua bebannya
ia kecewa dengan semua yang terjadi kepadanya
ia tahu bahwa hidup sangat tak adil kepadanya
hidup terlalu menyayanginya
ia selalu saja dihadiahi dengan masalah

wanita itu merebahkan tubuhnya di tempat tidur kayu
tempat tidur yang telah menemaninya selama masa sulit itu

wanita itu tetap meratap, menangis pasrah
ia merapatkan tubuhnya ke dinding tua di ruang itu
lebih merapatkan lagi hingga dinding itu pun ikut basah

wanita itu tak punya siapa-siapa
ia tahu tak ada tangan lembut yang akan menyeka air matanya
ia juga tahu tak ada pundak hangat yang tersedia untuknya

menangis, air mata
dinding tua itu yang menampung semua air matanya
dinding tua itu yang menjadi pundak hangat untuknya
dinding tua itu yang menjadi saksi bisu akan kerapuhan jiwanya

dinding tua . . .

Resep Membuat Spaghetti Sederhana ala Cheff Desi

Bahan:
1. Mie Spahethy (125 gr)
2. Bawang Bombay (1/2 siung)
3. Tomat (1 buah)
4. Garam
5. Minyak goreng (1 sdm)
6. Daging cincang atau cornet
7. Mentega
8. Saus cabai dan/atau tomat

Cara Membuat:
1. Rebus air hingga mendidih sekitar 1 L.
2. Tuangkan minyak goreng 1 sdm ke dalam rebusan air lalu masukan mie spaghetti.
3. Tambahkan garam secukupnya (seujung kuku saja-JANGAN SAMPAI BERLEBIHAN), aduk rata.
4. Mie spaghetti direbus hingga mencapai kekenyalan yang diinginkan (sekitar 7—10 menit).
5. Apabila sudah masak, angkat dan tiriskan.

Cara Membuat Bumbu Spaghetti:
1. Iris bawang bombay setipis mungkin dan potong tomat bentuk dadu.
2. Panaskan mentega hingga cair, lalu masukkan daging cincang atau cornet ke dalamnya.
3. Aduk rata hingga benar-benar cukup matang lalu campurkan dengan irisan bawang bombay.
4. Jika semua sudah rata kemataangannya, angkat lalu tuangkan bumbu ke atas mie spaghetti.
5. Jangan lupa pakai saos cabai atau/tomat sebagai pelengkap rasa.
6. Letakan tomat dadu ke mie spaghetti, bisa juga ditambahkan dengan sayuran lain sesuai dengan selera.
7. Bisa juga ditambahkan dengan keju yang sudah diparut halus
8. Selamat mencoba…

NB: Ukuran bobot bahan dapat menyesuaikan tergantung dengan kebutuhan

Aku dan Valentine

Mengapa banyak sekali pasangan muda yang merayakan hari ini?

Sementara aku?

Pertama kalinya aku mendapat cokelat dari seorang pria adalah ketika aku duduk di bangku SMP kelas 2, aku mendapat cokelat Tobleront dari dirinya yang juga duduk di bangku yang sama, tetapi setelah hari esok aku segera menolak cintanya, huhh… alhasil ia yang notabene masih belia itu menganggapku ‘cewek matre’. Begitulah nasibku di hari berikutnya, dicap sebagai ‘cewek matre’ hanya karena menerima pemberian cokelat seharga lima ribuan. Malang ya? Sampai akhirnya aku lulus dari SMP itu gelar itu masih melekat padaku.

*****

Kata teman-temanku, aku yang sekarang adalah wanita yang cantik, sangat berbeda dengan aku yang dulu duduk di bangku SMP itu yang begitu culun dan kutu buku. Yah, mungkin itu yang membuat pria-pria di sekolahku dulu tidak begitu memperhatikanku. Dan melalui situs jejaring social Facebook, sampai-sampai mereka berkali-kali menanyakan kepadaku apakah aku juga salah satu bagian dari mereka saat sekolah menengah pertama itu, hanya untuk meyakinkan dirinya pernah ada seseorang yang seperti diriku di sekolahnya.

*****

Pada tahun berikutnya, aku tidak mendapatkan cokelat dari siapapun. Jujur saja aku sangat iri melihat teman-temanku yang menerima berbagai hadiah seperti bunga mawar pink, bunga mawar merah, boneka, cokelat apa pun jenisnya di waktu itu. Aku tetap saja berandai-andai akan hal itu. Tetapi ternyata hanya fatamorgana belaka.

tahun berikutnya,

berikutnya,

berikutnya lagi …

Selama aku duduk di bangku SMA ternyata nasibku jauh lebih buruk dari sebelumnya.

Aku tidak pernah mendapat apapun dari siapapun saat hari Valentine itu. Sempat aku berpikir bahwa sepertinya aku akan menjadi wanita single seumur hidupku. Usia berpacaranku pun hanya seumur puasa sunah umat Islam, seumur puasa di bulan Ramadhan pun belum pernah aku jangkau

*****

STAN …

Di sinilah aku berkenalan dengan banyak pria, pria dengan berbagai karakter bentuk wajah dan keunikan sifat, yang membawaku pada suatu penilaian yang seragam yaitu mereka adalah pria. Iya, mereka memang pria, bukan wanita atau waria.

14 Februari 2008, aku memiliki seseorang yang selalu menemani waktuku katakanlah seorang pacar. Pacar yang begitu baik, bahkan amat baik. Ia memberikanku kejutan dan hadiah kecil yang begitu lucu di tanggal yang bersejarah itu.

Kalau tidak salah blackforest dengan bentuk hati diberikannya kepadaku dan miniature tapir bersayap dengan warna cream yang bisa berputar-putar.

Dialah orang yang pertama kalinya memperkenalkanku pelajaran dalam mencintai dan dicintai, dia pula orang yang menyadarkanku bahwa aku tidak perlu iri lagi dengan teman-temanku yang bahagia dengan pasangannya masing-masing, dia juga orang yang pertama kali membuatku mengerti apa yang disebut dengan cinta sejati.

Kami tidak memperdulikan apa yang orang katakan tentang Valentine itu, aku dan dia hanya sepasang insan yang sedang jatuh cinta. Dia yang selalu melakukan apapun untuk aku dan aku yang selalu meminta apapun dari dirinya. Aku sangat mencintainya, sangat mencintainya. Bahkan sampai akhirnya saat itu tiba, saat semua kata-kata cinta itu hanya sebuah isapan jempol.

*****

Tiba-tiba aku ingin memutar lagu-lagu sendu, tidak untuk mengenangnya, tidak untuk kembali menangis untuknya, tidak juga untuk meyakinkanku bahwa dia adalah cinta sejatiku.

14 Februari 2009, usia pacaran kami saat itu sekitar 14 bulan, angka yang begitu fantastik bagiku. Aku semakin mencintainya, semakin mencintainya, tetapi kini kami dipisahkan oleh jarak yang terbentang sekitar 500 km jauhnya, aku di Jakarta sementara ia di Surabaya.

Hubungan jarak jauh memang begitu menyiksa, aku tak tahu akan seperti ini jadinya.

Sebelum ia pergi ke tempat itu, aku mencoba untuk mengakhiri hubungan kami, karena aku yakin aku tak akan sanggup untuk menjalani semua ini. Tetapi aku ingat saat itu, saat di mana ia banyak meneteskan air mata, ia tak sanggup melepasku.

Dan aku begitu luluh melihat air matanya, aku tidak boleh memutuskan hubungan kami hanya sebatas kemauanku semata. Aku mencintainya, aku tak mau air mata itu mengalir lagi, aku harus segera menghapusnya, secepat aku bisa, aku harus menarik semua ucapanku, aku tidak boleh memutuskannya.

Februari itu memang indah, aku mendapat kiriman dari tempat itu, walaupun telat 3 hari. Aku menerima kiriman itu dengan sangat gembira, aku amat sangat gembira. Yah, ia mengirimi aku sebuah tas dengan motif strauberi, sangat lucu sekali.

Karena judul artikel ini “Valentine’s Day” aku tak akan meneruskan ceritaku mengenai bagaimana hubunganku dengan Si Pria ini.

Februari 2010, memang aku tak dapat lagi kisah-kisah itu. Aku juga tak dapat apapun dari siapapun, begitu juga dari pacarku yang sekarang.

Tetapi aku menyadari tidak hanya satu hal tetapi beberapa hal:

kebahagiaan itu tidak dapat diukur dari apa yang ia berikan kepadamu,

kebahagiaan tidak juga dapat diukur dari berapa banyak ia cucurkan air mata untukmu,

tetapi kebahagiaan itu ada karena kita mensyukuri apa yang kita punya sekarang.

Sekarang aku punya seseorang yang amat menyayangiku, aku pun juga sama. Aku sangat menyayanginya. Aku bahagia dengan apa yang dia dan aku miliki sekarang.

*****

Mom, I Miss YOU

Mom, I really miss u now.

Aku kehilangan cintaku lagi, Ma..
Lagi..
Datang dan pergi, terbang dan hilang..
Tak ada kebahagiaan yang abadi di dunia ini.

Aku sedih, Ma.
Aku pikir dia berbeda dan akan selalu di sampingku, tetapi ternyata dia juga sama.

Aku tak tahu mengapa ini terjadi.

Aku ingin lari, teriak, tapi aku tak bisa.

Aku tahu pelangi itu tak pernah datang lagi, hanya hujan penghapus kemarau panjang, tanpa membawa pelangi itu.