Setiap Orang Pasti Tahu Bagaimana Membuat Dirinya Bahagia

Kamu pernah memperhatikan setiap manusia yang kamu temui sepanjang jalan yang kamu lewati?
Aku pernah.
Kebetulan aku lebih terfokus kepada mereka-mereka yang beraut wajah kusam.
Hanya satu pertanyaan yang kerap mendatangi benakku, bagaimana cara mereka menghadapi hidup ini? Hidup yang keras ini.
Mereka yang notabene hanya seorang pedagang asongan, tukang somay keliling, tukang tambal ban, apa yang mereka dapat hanya dengan berdagang itu semua? Apa yang mereka lakukan hingga hidup yang keras ini dapat ia taklukan, aku tak tahu, tak tahu jawabannya..

Satu yang ku tahu pasti…

“Setiap orang pasti tahu bagaimana membuat dirinya bahagia. “

Begitu juga dengan aku, aku punya cara sendiri untuk membuat diriku bahagia. Aku menulis artikel ini bukan karena aku ingin mencurahkan semua rasa yang ada dalam hati dan pikiranku, berharap kalian iba padaku atau mengasihiku, bahkan memberikan perhatian lebih kepadaku, bukan itu! Aku hanya ingin berbagi pengalamanku agar kalian para pembaca dapat belajar, belajar dari kisahku.
Kalian tahu bagaiman rasanya kehilangan? Kenapa rasa kehilangan itu sangat menyakitkan? Aku pun tak tahu jawabannya. Inilah yang aku rasakan sekarang dan selamanya. Semenjak kejadian itu terjadi bertubi-tubi, hidupku serasa hampa, hilang arah, dan tak ada gairah.
Orang yang melahirkanku, mengajarkan bagaimana memberikan kasih yang tulus kepada orang-orang di sekitarnya, tapi pergi tanpa mengucap apa-apa kepadaku. Betapa menyakitkan mengingatnya. Sementara aku di sini, tak berubah. Semakin larut dalam kehampaan, kehancuran, kebodohan yang memaksa membalut mereka dengan kebahagiaan.
Aku tetap mensyukuri ini semua, karena aku tetap seorang makhluk yang lemah.

Pria Memang Lebay

Artikel ini saya buat atas apa yang saya alami sendiri.

Ini berkali-kali saya alami, pasti bukan saja saya yang mengalaminya sendiri. Mungkin wanita-wanita di luar sana juga merasakan apa yang alami.

Mari kita simak beberapa cuplikan cerita di bawah ini:

1. Saya sedang berada di dalam mobil teman saya (sebut saja X). Di dalam mobil itu ada dia si X, teman saya (Y dan Z) dan saya. Mereka sedang memperbincangkan kesan-kesan mereka saat pergi ke pameran PRJ. Saya hanya mendengarkan tanpa banyak berkomentar.
X : “Waktu itu gw pernah ke pameran sama cewek gw, hhhaaa pas gw ajakin lagi cewek gw gak maoo. Kapok dia!!”
Y : “Ya iyalah kapok, isinya ‘makanan’ buat cowok semua…”
Z : “Waktu Si Ebu gw ajakin ke sana dia semangat banget. ‘Ayo..ayo..ayo..’”
Saya : Hanya diam tanpa kata.

2. Kalau peristiwa yang ini saya alami saat saya masih tingkat 2. Saya punya seorang teman yang sangat lebai mengomentari para wanita (sebut saja A). Kebetulan teman saya itu sedang berkunjung ke kos saya bersama dengan teman saya yang lain (B). Kami sedang menyaksikan acara “Empat Mata”.
A : “Nah itu baru cewek…”
B : “Iya, tuh bataknya cakep emang.” (mengomentari artis sinetron yang menjadi bintang tamu).
Saya : (senyum-senyum gak jelas)

3. Kalau yang ini saat saya sedang magang. Hmm.. bikin males deh. Ada kakak tingkat yang juga magang d situ.
K : “Oh dia, iya, iya tahu..”
L : “Siapa sih?”
M : “Gak tahu kamu… main stuff” (dengan logat batak)
Saya : “Itu si xxx.” (mencoba menjelaskan siapa yang mereka maksud kepada si L)

Sebenarnya masih banyak lagi cuplikan cerita yang bias saya tuliskan tetapi untuk mencegah rasa bosan para pembaca datang, saya cukupkan hanya 3 cerita.

Dari 3 cerita di atas, saya hanya bias menarik satu kesimpulan dari para pria,

PRIA ITU LEBAY…

LEBAY ITU PRIA

ITU PRIA LEBAY

Kami para wanita khususnya saya sendiri sepertinya tidak seperti itu apabila melihat pria dengan sosok yang lumayan.

Ya, bahkan saya pun bersikap biasa saja, tidak langsung menggumamkan dia yang sedang berjalan di depan saya.

Bagi saya, hal itu hanya merendahkan mereka-mereka yang suka bergumam demikian. Apalagi kebanyakan mereka yang kerap bergumam demikian adalah para pria yang berwajah pas-pasan.

Apakah seperti itu hakekat pria ‘pas-pasan’, baik tampang dan kantong??

Pesan saya:

Just be calm.

Show me the money!!!
oooPPPssss… salah! Show me ur excess!