Bola Mata

Aku bertemu dengan seorang pria tempo hari
Nampaknya usianya masih muda
Postur badannya tidak gemuk dan tidak tinggi
Ia mengenakan kacamata

Kami berbincang agak lama pagi itu
Mungkin dari fisiknya, ia bukan tipe pria yang menarik

Awalnya aku tak sengaja melihat kedua bola matanya
Aku merasakan suatu rasa yang membuatku ingin tak sekedar melihat kedua bola matanya
Aku ingin menatap kedua bola matanya

Aku beranikan diri, aku menatap bola mata itu
Lagi, lagi, dan lagi, sambil menikmati perbincangan kami
Aku sadar aku mulai terhanyut
Lalu aku menundukan pandanganku
Aku tak kuasa menatap bola mata itu
Bola mata yang sangat, sangat indah

Itu kala pertama kalinya aku jatuh cinta dengan bola mata
Ya, aku benar-benar tak kuasa

Lalu aku mengakhiri perbincangan kami
Dan setelah kami berpisah
Berulang kali aku mengatakan pada diriku
Indah, betapa indah bola matanya

Aku sangat tak ingin melepas tatapanku
Tapi sudahlah
Aku berharap ada wanita lain yang bisa menikmati bola mata itu
Begitu juga dengan sang pemilik

Photo

Senja Bahagia

Lalu siang pada suatu masa saat tak punya cukup alasan,
sekedar beranjak saja dari kerutinan.
“Berani kau tinggalkan acara ini?” tantangmu siang itu.
Aku tersenyum saja. Awalnya aku menggeleng, namun akhirnya berani juga. Kami beranjak sebelum acara selesai. Pergi berdua nikmati kemacetan.

Dan kau tahu, ada satu adegan yang sangat kuingat. Saat tiba-tiba kau bersandar di pundakku. Caramu menatap saat itu, aku suka. Hingga aku pikir jangkar hati telah kulempar.

Ternyata itu hanya tantangan pertama, selanjutnya muncul tantangan-tantangan lain. Beberapa tantangan itu aku penuhi. Dirimu mengambil peran seperti pengatur, namun anehnya aku suka.

Terakhir, ini masih tentang indahnya tatapan. Saat senja, aku menawarkan memboncengkanmu, dan kau tersenyum. “Asal jangan kelamaan. Nanti kamu jatuh cinta. Eh, emang sudah ya?”

Aku tersipu. “Iya. Kalau dirimu?”
Kau tersenyum lebih manis.
“Masih butuh jawaban?”

Aku menggeleng.
Bahagia saja penuhi senja itu.

Photo

Bahagiakah mereka?

Sedang memperhatikan instagram beberapa orang gadis
Yang tanpa sengaja aku temukan, mungkin dengan kasus yang serupa

Aku tidak paham apa pekerjaan mereka
Aku pastikan aku tak pernah melihat mereka di media hiburan
Sepertinya mereka juga bukan pegawai kantoran

Beberapa foto menunjukkan mereka sangat mapan secara finansial
Pakaian mereka bagus
Barang yang dikenakan bermerk
Hobi mereka makan di resto yang saya tidak paham itu di mana
Mereka juga kerap travelling ke tempat antah berantah yang indah

Anehnya, mereka yang terbilang berparas cukup menarik
Tidak pernah mengunggah foto pasangan mereka
Apalagi foto keluarga mereka

Kesimpulan sementara yang aku dapati
Para gadis itu sangat beruntung
Hidup mereka bak puteri raja
Tanpa harus bekerja tiap harinya
Mereka bisa melakukan hal-hal yang aku inginkan

Andai aku berkesempatan untuk mengenal mereka
Aku ingin mempelajari bagaimana mereka menjalani kehidupan mereka
Bahagiakah mereka?

Photo

Tentang Lamunan

Tentang Lamunan

Aku pernah menyusuri jalan di daerah Yogyakarta
Sepanjang jalan rasanya hati tak menentu karena tak kunjung sampai di tempat tujuan
Kala itu aku bersama rekan-rekanku

Dua jam berlalu,
Dan akhirnya kebingunganku terbayar sudah

Aku melihat hamparan pasir putih yang indah
Aku melihat guliran ombak bersusulan
Aku melihat langit berbatasan dengan birunya laut

Dan aku melihatmu

Melihatmu duduk di sampingku
Melihatmu tersenyum membelai rambutku yang terhempas angin, lalu kau
Mengulurkan tanganmu untuk mengajaku menyusuri pantai itu

Dan saat kita sampai di ujung dermaga
Kau memelukku erat, hingga aku merasakan betapa hangatnya tubuhmu
Kau mendaratkan bibirmu di keningku, lalu

Kau bisikkan kalimat yang aku tak akan pernah melupakannya

“Aku mencintaimu”

Photo

silau

Aku ingat kata-kata perpisahan yang kau ketikan lalu kau kirimkan ke nomorku tempo itu
Saat aku membaca kata-katamu itu, ada perasaan sedih yang tak terkira
Karena kau gunakan kata “selamat tinggal” di akhir pesanmu

Dan kau tahu
Bahwa setelah itu aku dengan mudahnya meneruskan waktuku
Tanpa merasakan ada sesuatu yang hilang dari hidupku

Karena naifnya aku memiliki orang yang menurutku saat itu jauh lebih berharga ketimbang kau yang berpesan pergi meninggalkanku

Dan kau tahu?

Aku menyesalinya,
Menyesal atas segala sikap tak acuhku,
Menyesal atas segala keegoisanku,
Menyesal atas sifat simbongku,

Karena memang aku terlalu silau dengan segala keinginanku
Untuk membiarkan apa yang sebenarnya aku butuhkan pergi

(2011)

Photo

kamu

Aku mulai tak tertarik mengoleksi pakaian menarik hati
Aku mulai tak tertarik membeli barang-barang yang menguras kocekku
Aku mulai tak tertarik memoles wajahku dengan warna-warni wanita

Perlahan akan berhenti semua kebiasaan itu
Adanya apa, nanti sudah cukup
Degradasi keinginan untuk memperbaiki penampilan diri
Mungkin aku tak akan lebih baik lagi dari aku yang sekarang

Kau tahu
Karena yang terbaik pada diriku hanya untukmu

Ya, kamu

Photo

kelinci putih

saat aku akan memulai pekerjaanku pagi ini
kali ini aku ingin ditemani alunan melodi di telingaku
untuk mengatur kembali moodku yang sempat menurun karena peristiwa sore kemarin
aku mendengar perlahan melodi lagu yang aku pilih
aktfitasku terhenti
memori lamaku terlintas
aku tak tahan untuk menuliskan kisahku

aku harap kalian para pembaca tidak bosan
lagi-lagi kalian akan menemukan kisah cinta seorang kelinci putih yang luluh lantak

tentang kepercayaanku terhadap Sang Pengatur segalanya
aku yakin jodoh itu adalah dimensi waktu, waktu tentang pertemuan
bukan siapa yang menjadi pasangan hidup dengan menyita waktu yang terbanyak

aku ingat saat aku duduk di sampingmu
kau mengemudikan kendaraanmu
aku melihat bayangan wajahku pada cermin
aku adalah seorang cinderella
aku menoleh ke pria yang duduk di sampingku
aku diberikan seorang pangeran berkuda

saat itu aku sedang berada di kota kelahirannya
pertama kalinya aku menginjakkan kakiku di kota orang
menempuh ratusan kilometer untuk bertemu dengan kedua orang tuanya

….

aku menangis
mengenangmu
segala tentangmu

(2008)

Photo

Duka

Betapa hati tak kuasa melihat duka
Duka ia yang begitu berharga
Tanpa sengaja duka tertera
Karena amarah menguasai harinya

Banyak hal terlupa
Karena pekerjaan menjadi prioritas utama
Termasuk tak acuh dengan ocehan cinta
Pasalnya, cintanya adalah yang paling berharga

Dan saat tulusnya hati mencinta
Diuji dengan kesedihannya
Luluhlah semua amarah dan air mata
Untuk menghapus semua luka dan duka

Photo