Bahagia

Aku benci dengan semua ini.
Aku benci dengan diriku.
Aku benci dengan hidupku.

Hidupku sangat bahagia.
Sangat..
Tidak akan ada yang pernah tau apa arti kebahagiaan itu.

Aku tau hidupku ini bukan suatu alasan/jawaban melainkan pertanyaan.

Kemana aku harus mencari jawabannya?
Aku tak tau..

Aku hanya tau kini hidupku amat sangat bahagia..

Mama

Ma, sebentar lagi bulan Romadhon.
Mba akan sahur hanya bertiga dengan Ellen dan papa.
Rasanya berat sekali, Ma.

Saat Mba membaca sms terakhir Mama saat Mama masih ada, rasanya sakit sekali.

Mama, betapa sulitnya Mba menjalani hidup Mba yang sekarang, penuh tekanan dari sana-sini.

Mama, nanti siapa yang akan mengurus wisuda Mba?
Dampingi Mba di pelaminan?

Mama, kenapa semua jadi seperti ini..
Mba kangen banget cium pipi Mama, kangen suara Mama..

Ma, Mba inget semua tentang Mama.

Sekarang papa jadi suka murung.
Mba sedih, Ma.

Mba iri temen-temen ditelpon ibu mereka saat kita di Puncak.

Mama, kenapa sekarang Mba jadi hancur kayak gini.
Mama, Mba pengen sama Mama terus.

Mama…

Kenapa Ma?
Kenapa Mba cuma disambut dengan bendera kuning saat Mba pengen bilang Mba Sayang Sama Mama..
Kenapa, Ma?

Udah 38 hari Mama ga sms Mba.

Mama, mama..

Siang ini, Aku Banyak Belajar Darinya

Ak ga pernah menyangka, ak bisa seterbuka ini dengan seorang teman.

Nasib kita memaksa ak untuk menceritakan semua masalahku.

Ak menyadari banyak hal.
Ternyata, ak tidak pernah sendirian, banyak yang mengalami nasib sama denganku.

Atau mungkin, nasib yang jauh lebih buruk.

Masa lalu, itulah yang mengantar kita ke kehidupan masa kini.
Tidak ada yang bisa mengubah masa lalu, walau kadang sakit ketika mengingatnya tapi ak yakin, ak bisa belajar dari masa itu.

Dia, temanku, teman yang sebelumnya tidak pernah berbicara denganku, sekarang bisa berbicara banyak.
Apa yang dia katakan mengingatkanku dengan masa laluku.
Dan memaksaku untuk mengatakan betapa miripnya keadaan kita berdua.

Cinta…
Semua karena cinta.
Dan kadang manusia itu lupa, cinta kepada lawan jenis bukan karena berlandaskan nafsu, tapi semata-mata karena Allah.

“Rez, yang sabar ya.
Ak salut sama kamu karena kamu bisa sangat berjiwa besar.
Jangan menyerah, jaga dia baik-baik, ak ikut doakan kamu dari sini.”

Sekarang, ak sudah diberikan nikmat yang luar biasa.
Ak ingin menjaganya, mencintainya, ak ingin jatuh cinta lagi..
Makasih banyak, ay.

-.-

Reuni Akbar SDN LA 03 PAGI Angkatan 2001

Reuni SD LA 03 angkatan 2001 fix tgl 4-5 JULI 09.
Pmbyrn AKHIR Sbt,13 JUNI 09.
Vila sudah di-DP.
Kami mnunggu krjsm para peserta utk mlunasi pmbyrn.

Update data pengikut Reuni:
1. Achmad Mubarok*
2. Anggi Ibrahim?
3. Arfian Eka Nugraha#
4. Arinta Rahma Hadi*
5. Atmi Sulastri*
6. Ayu Niken Sari#
7. Bayu Nurhakim?
8. Dedi Mulya*
9. Desi Diarnitha*
10. Devi Septi Wijayanti*
11. Dhaniyansah*
12. Dita Andriani*
13. Duffanti#
14. Dwi Supriatna#
15. Dwinta Septiwi Putri*
16. Edwin Tri Susilo#
17. Eka Supriyati*
18. Eli Sugiharti¤
19. Eri Kurniawan*
20. Faisal Buckhori?
21. Feri Firmansyah*
22. Gerson Enrifa Nusantara Silalahi*
23. Hanita Anisa*
24. Ine Putri Utami?
25. Iresa Apriliani*
26. Ita Fatimah?
27. Joko Sugihartono*
28. Krisna Septiyanto*
29. Lia Astuti¤
30. Nadya Ningrum¤
31. Pratama Yudi Setiawan*
32. Puteri Adha¤
33. Rahmi Fitria#
34. Rangga Aditya*
35. Reza Maulana*
36. Risa Firdayansih?
37. Riska Novita Sari*
38. Rivera¤
39. Ruri Priatna#
40. Siswanto*
41. Sheila Yoean Arfiesta Pratama?
42. Sri Nilam Sari*
43. Sulaiman Maulana*
44. Susi Tri Hayati¤
45. Theresia Permatazany*
46. Tri Catur Mungki#
47. Tria Sigit*
48. Wahyudi Tejo Sulaksono?
49. Winda Widyastuti*
50. Witria Candra#
51. Yudi Fauzi*
52. Yusniar*

¤: lost contact (6)
?: belum jelas (8)
#: tidak ikut (9)
*: sudah mendaftarkan diri (29)

Berita Duka Cita

Asw. wr. wb.

Tanggal 04 Juni 2009, pukul 01.00, Kartini, mamaku tercinta menghembuskan nafas yang terakhir.

Kami yang ditinggalkan:
T.B., papa
D.D., saya
D.G., adik

Semoga mama tenang di alam kubur.
Diterima bahkan dilipatgandakan amal ibadahnya dan diampuni bahkan dihapuskan dosa-dosanya.
Amin.

Selamat jalan, mama.
Mbak, Ellen, dan papa, selalu sayang mama.
Kami selalu doain mama dari sini.
Allah akan menjaga mama seperti mama menjaga kita semua.
Ok.
Cayo!

Wsw. wr. wb.

Love Story

kisah cinta

memang tak pernah ada habisnya ketika membicarakannya..

pertama kali aku bisa menjerit menangis karena cinta yang tak bisa memiliki, ketika SMA kelas 2.
dia adalah adik kelasku.
namanya, dirahasiakan, sebut saja NP.

bagiku dia orang yang pertama kalinya membawa harapan kepadaku.
kita bisa akrab karena kita satu tim dalam Karya Ilmiah Remaja.

senang sekali rasanya bisa berada di sampingnya.
diperhatikan semua hal sampai hal terkecil olehnya.
seperti ditelpon olehnya, melihat senyumnya, dll.
walaupun dia tidak setampan pria-pria di luar sana.
tapi yang aku yakin, aku sayang dia, sangat sayang dia.

dia datang saat waktu yang tidak tepat.
sangat tidak tepat.
karena saat itu aku sudah terlanjur merajut hubungan dengan orang lain, HTS-an dg seorang veteran, brnama DM.

Ternyata semua tak seindah yang aku bayangkan..

Kita semakin menjauh dan jauh..

Dia semakin menjauhi aku.
Dan aku?
Aku hanya bisa menangis mengingat kenangan kami.

Kenangan menyusuri jalan-jalan di Puncak, melihat lampu-lampu perumahan ketika malam, merasakan nikmatnya hidangan di Wisma Ciloto.
Banyak kata darinya yang masih terngiang-ngiang di telingaku hingga saat ini..

Teman-teman KIR-ku yang baik hati, yang memerhatikan hubungan kami berdua.

Sampai 2 tahun lebih aku hanya bisa meratapi nasib tanpa bisa memilikinya.

Tak ada seorang pun yang bisa menghapus dirinya dalam hatiku, walaupun aku banyak menjalani hubungan dengan berbagai pria.

Sampai akhirnya..
Aku meninggalkan SMA-ku tercinta
dan mulai menitir lembaran baru..

ntahlah,,
apa cinta sebuta itu?
NP juga sempat berpacaran dengan cewe yang sama sekali tidak ada apa-apanya dibanding aku.
ntah..!

STAN.
Sekolah yang menjadi tujuan orang tuaku.
Akhirnya aku memasuki sekolah itu.

Banyak pria yang berkenalan denganku.

Sampai akhirnya aku berkenalan dengan kakak tingkatku yang bernama KYP.

Yahh..

Awal yang sangat indah..
Sangat indah..
Aku bahkan tidak kuat untuk menceritakan semuanya.

Banyak hal yang kita lakukan bersama, sangat banyak.
Mulai dari kuliah berangkat bersama, makan, masak kentang goreng, cuci piring, bersepeda, lari pagi di Senayan, merayakan tiap tanggal jadi kita, tukeran kado, nonton, beli pakaian, belanja, ke Ragunan, Monas, ke Surabaya.

Ya Allah..
Banyak sekali kenangan kami..
Banyak sekali pengorbanannya untukku.

Sampai akhirnya dia mulai merasa tidak bahagia denganku.
Mungkin karena selama ini aku banyak menyakitinya.

Dia mulai tega merusak semuanya.
Semua impianku, harapanku kepadanya.

Dia meninggalkanku untuk selamanya dengan mengatasnamakan kebahagiaannya yang tak pernah terwujud denganku.

Ya Allah, apa selama ini dia benar-benar menyayangiku?

Ya Allah, apa arti ini semua?

Inilah hukuman untukku atau hukuman untuk kami?

“Aku ingin punya cewe yang juga bisa dekat dengan teman-temanku..aku ingin punya cewe yang..”

Dia tidak menemukan semua keinginannya di diriku.

Setelah 1 tahun 4 bulan 2 minggu kita bersama,
Akhirnya dia pergi meninggalkanku.

Ya Allah, aku sudah merencanakan pergi ke Sby menemuinya, tapi apa?
Dia tetap kukuh meninggalkanku.

(cerita bersambung)