End Of Comfort Zone

Entah butuh waktu berapa lama untuk menepis kesedihan
Nyatanya aku memang mulai jenuh di kantor lamaku
Lalu Tuhan mengabulkan doaku
Aku dipindahtugaskan ke kantor lain
Aku berharap tidak ada air mata
Namun ternyata aku tidak bisa membohongi diriku sendiri
Aku mulai sadar
Terlalu banyak kenyamanan yang akan aku tinggalkan
Rekan-rekan sejawat yang ramah-ramah
Tenaga honorer yang baik-baik
Mejaku yang penuh dengan barang kebutuhanku
Ruang laktasi hadiah dari bos besarku dulu
Semua kebaikan yang terkandung di dalamnya

Di kantor baruku
Aku tidak akan bisa memakai helm mulai turun dari motor sampai ke toilet wanita
Wastafel toiletnya kecil, mungkin kosmetiku saja tidak cukup
Mungkin aku belum bisa bawa bekal makan ke kantor
Khawatir aku belum dapat meja kerja pribadi
Aku juga tidak bisa pakai ranselku yang super besar, karena setelah ini aku akan jadi pelanggan setia commuterline

Tuhan,
Apa dengan keluar dari zona nyaman akan meningkatkan kualitas dari diriku?
Aku berharap masa adaptasi selama 3 bulan ke depan akan lancar dan menyenangkan
Aku yakin, saat kita kehilangan sesuatu yang baik, kita akan mendapat hal yang jauh lebih baik lagi

Photo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *