Jangan Biarkan Seekor Kelinci Tersiksa

Ketika semua ini sudah berlalu, aku ingin menertawakan semua yang telah terjadi, tidak lagi menangisinya seperti yang dilakukan para balita ketika mainannya diambil oleh temannya atau kehilangan ibunya di saat berada di tengah keramaian.

Aku bukan lagi anak kecil yang membutuhkan belaian kasih sayang dan cinta dari orang-orang sekitarnya, aku hanya butuh kedua kakiku untuk berdiri. Tak kan pernah mungkin kita berdiri dengan kaki orang lain.

Kata demi kata, kenangan demi kenangan, berguguran di pikiranku. Kadang aku merasa hidupku sangat tak terarah, apa yang telah terjadi membuatku hancur, menguras air mataku tetapi inilah hidupku yang begitu sempurna.

Aku takkan berhenti mengeluh sebelum semua ini berakhir.

0 thoughts on “Jangan Biarkan Seekor Kelinci Tersiksa”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *