Itazura Na Kiss

Meski dorama ini termasuk dalam kategori dorama jadul, tapi ternyata kekuatan cerita dan kharisma Takeshi Kashiwabara masih tetap menawan untuk ditonton ulang. Diadaptasi dari manga karangan Kaoru Tada yang terbit di tahun 1991, dorama produksi TV Asahi yang mencuat rating tinggi di tahun 1996 ini juga menjadi pencetus dua sekuel versi Mandarinnya yang terkenal dengan nama “It Start with a Kiss” (tahun 2005) dan “They Kiss Again” (tahun 2007). Dan seperti versi originalnya ISWAK juga berhasil meraih rating tinggi di negeri asalnya.

Bercerita tentang Aihara Kotoko yang pada hari pertama masuk sekolah di kelas tiga secara tak sengaja berciuman dengan Irie Naoki, seorang murid terpandai, terpintar dan paling familiar di sekolahnya. Kejadian ini tanpa terelakkan lagi menjadi bibit cinta bagi Kotoko yang sangat berkebalikan dengan Naoki. Kotoko yang ceria, ramah, namun mempunyai kemampuan akademis yang pas-pas an diam-diam mulai mencintai dan mengagumi Naoki dari kejauhan. Sampai suatu kejadian besar yang menimpa keluarganya membuat Kotoko hidup dalam satu atap dengan Naoki. Dan kisah cinta mereka berdua pun semakin memanas sejak itu. Meski awalnya seperti anjing dan kucing, lambat laun Kotoko dan Naoki saling membantu dalam kesusahan dan saling menolong dalam kesulitan. Rumitnya, Naoki yang berhati seperti es sangat susah ditaklukkan terutama adanya saingan Kotoko yang merupakan teman baik Naoki sejak SMP. Perjuangan cinta Kotoko pun mengalami ujian. Apakah Kotoko berhasil mencairkan hati Naoki? Sembilan episode dorama ini akan menjawabnya. Empat bintang dari saya :)


The original manga cover

Sebenarnya saya ingin membubuhkan lima bintang bagi dorama ini. Secara memang ceritanya kuat, pengaturan plotnya bagus dan penokohan masing-masing pemerannya (Takeshi Kashiwabara sebagai Naoki dan Sato Aiko sebagai Kotoko) juga klop serta terasa kental chemistry nya. Sosok Naoki yang dingin dengan hati bagaikan es sedemikian sempurna diejawantahkan Takeshi Kashiwabara. Sementara si annoying Kotoko pun juga layak diperani Sato Aiko yang pada saat itu sepertinya juga masih pendatang baru.

Dari berbagai forum diskusi dorama yang saya baca, sepertinya banyak ketidakpuasan akan ending cerita dorama ini yang (katanya) berkesan dipaksakan. Namun bagi saya pribadi, saya tidak menangkap kesan tersebut bahkan saya rasa jembatan emosi dan ikatan antara kedua tokoh yang digambarkan di sini sebenarnya sudah pas. Memang lah terdapat sedikit kekurangan dari jalan cerita yang kurang mengekspos perasaan cinta Naoki kepada Kotoko secara eksplisit, secara (menurut saya) Naoki pula merupakan pribadi introvert, pendiam dan sama sekali susah untuk membuka diri. Sedikit petunjuk mengenai perasaan Naoki kepada Kotoko mungkin bisa dilihat pada saat Kotoko pindah keluar rumah keluarga Irie waktu adik Naoki jatuh sakit. Pada saat Naoki mengumpulkan satu demi satu barang-barang Kotoko, tanpa bisa terelakkan satu demi satu peristiwa yang dialaminya bersama Kotoko pun seperti melintas di benaknya. Bayangan Kotoko pun sempat hadir saat itu.

Sebagai pribadi yang introvert dengan hati sedingin es, bahkan ibunya sendiri pun tak dapat menaklukkan Naoki. Hanya Kotoko lah yang berhasil membuka pintu hati Naoki ini dan mencairkan gumpalan es yang ada di dalamnya. Meski tidak secara eksplisit sang penulis naskah menggambarkan hal ini.

Kalau kita flash back ke belakang, pada saat Kotoko mengantarkan Naoki ujian di universitas itu dan Katoko tiba-tiba pingsan karena radang usus yang dideritanya, bagaimana kekhawatiran Naoki dan tanggung jawabnya mengantarkan Kotoko, menungguinya di rumah sakit sementara pada saat yang sama Naoki masih memiliki kesempatan untuk kembali ke universitas dan melanjutkan ujiannya. Tapi Naoki tetap memilih menunggui Kotoko, bahkan Naoki pun berhasil menemukan impiannya untuk menjadi seorang dokter setelah peristiwa ini. Bagi Naoki yang pendiam dan tertutup ini, menurut saya, sosok Kotoko sejak dari awal kehadirannya di rumah Naoki bukan hanya sebatas seorang fans berat yang sangat mengganggu privasi dan kehidupannya. Naoki was indeed in love with Kotoko :)

Kekurangan yang memang terasa bagi saya pada dorama ini memang pada saat pengakhiran cerita yang terlalu prematur. Semestinya dengan jarak perpisahan 2 tahun yang direntang antara Naoki-Katoki, sang penulis naskah bisa mengeksplor lebih jauh bagaimana perasaan sepi dan sunyi yang dialami Naoki ketika ditinggal Kotoko ke Akitara. Dan sukurnya, sekuel versi Mandarinnya (It Start with a Kiss) menyadari hal ini dan berhasil memoles cerita menjadi lebih bagus lagi.

After all, saya tetap puas kok setelah menonton dorama ini. Dan tentu saja, meski termasuk dorama jadul, dorama ini highly recommended bagi yang menyukai genre comedy-romance. Cobain deh :)

Sutradara: Morita Mitsunori, Nemoto Minoki, Ikezoe Hiroshi

Pemain:
Sato Aiko: Aihara Kotoko
Kashiwabara Takashi: Irie Naoki
Ozawa Maju: Matsumoto Reiko
Naitou Takashi: Aihara Shigeo
Asada Miyoko: Irie Machiko
Tokui Yuu: Irie Masaki
Akashi Ryotaro: Irie Yuki
Aoki Shinsuke: Nakamura Kinnosuke
Uehara Sakura: Komori Jinko
Miyauchi Tomomi: Hayashi Satomi
Izawa Ken: Watanabe Junichi
Tohyama Toshiya: wali kelas F
Nakama Yukie: Yada Sonoko

Sumber: http://sinemakorea.com/?p=167